Semarang Sepanjang Sejarah

Upacara Militer di Aloon Aloon Kota Semarang pada tahun 1920. Penataan kota-kota di Jawa umumnya memiliki bentuk dasar yang sama, adanya alun alun dikelilingi pusat pemerintahan dan masjid besar. Biasanya dibangun rumah-rumah tinggal di dekat masjid besar yang disebut kampung kauman. Terlihat Masjid Kauman Semarang yang berdiri kokoh, masjid ini dibangun pada tahun 1170 Hijriah atau tahun 1749 Masehi. Berdasar inskripsi : “Pemut kala panjenengan Kanjeng Tuwan Nikolas Harting hedelir gopennar sarta Direktur Hing Tanah Jawi gennipun Kangjeng Kyahi Dipati Suradimanggala (Kyai Terboyo) hayasa sahega dadose masjid puniki kala Hijrat 1170M.
Upacara Militer di Aloon Aloon Kota Semarang pada tahun 1920.
Penataan kota-kota di Jawa umumnya memiliki bentuk dasar yang sama, adanya alun alun dikelilingi pusat pemerintahan dan masjid besar. Biasanya dibangun rumah-rumah tinggal di dekat masjid besar yang disebut kampung kauman. Terlihat Masjid Kauman Semarang yang berdiri kokoh, masjid ini dibangun pada tahun 1170 Hijriah atau tahun 1749 Masehi. Berdasar inskripsi : “Pemut kala panjenengan Kanjeng Tuwan Nikolas Harting hedelir gopennar sarta Direktur Hing Tanah Jawi gennipun Kangjeng Kyahi Dipati Suradimanggala (Kyai Terboyo) hayasa sahega dadose masjid puniki kala Hijrat 1170M.
Kantor Pos Besar Semarang (Tahun 1921) Kantor Pos Besar ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kota Semarang. Mulai tahun 1862 lembaga pos ini dibentuk oleh J.P. Theben Tervile dan mulai beroperasi, pada saat itu Semarang termasuk 3 (tiga) kota pertama di Indonesia yang memelopori jasa pos. Gedung ini pernah digunakan sebagai Kantor Pos dan Telegrap, namun sekarang hanya digunakan oleh kantor pos saja. Tahun 1979 pernah dilakukan pemugaran penambahan ruang pada bagian belakang bangunan.
Kantor Pos Besar Semarang (Tahun 1921)
Kantor Pos Besar ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di Kota Semarang. Mulai tahun 1862 lembaga pos ini dibentuk oleh J.P. Theben Tervile dan mulai beroperasi, pada saat itu Semarang termasuk 3 (tiga) kota pertama di Indonesia yang memelopori jasa pos.
Gedung ini pernah digunakan sebagai Kantor Pos dan Telegrap, namun sekarang hanya digunakan oleh kantor pos saja. Tahun 1979 pernah dilakukan pemugaran penambahan ruang pada bagian belakang bangunan.
Presiden Soekarno Meresmikan Tugu Muda pada tanggal 20 Mei 1953 Pembangunan Tugu Muda ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Tengah R. Boediono pada tanggal 10 Nopember 1951, disaksikan oleh KRT MR. Wongsonegoro yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun baru pada bulan Mei 1952, Walikota Semarang Hadi Soebeno Sosrowerdojo membentuk Panitia Tugu Muda dan menunjuk Salim untuk mendesain monument itu. Relief pada kaki tugu dikerjakan oleh para seniman di Sanggar Pelukis Rakyat yang dikomandoi oleh Hendra Gunawan. Lokasi Tugu Muda berada di tengah Wilhelmina Plein atau lapangan Wilhelmina di depan Gedung Lawang Sewu. Tugu ini memang dibuat untuk menunjukkan kobaran semangat rakyat Semarang yang gigih melawan tentara Jepang pada “Pertempuran Lima Hari di Semarang” yang meletus pada tanggal 14 – 19 Oktober 1945. Maka Tugu Muda didesain berbentuk lilin dengan penampang segilima yang berarti Pancasila, dengan bentuk api diatasnya. Lilin merupakan lambing api perjuangan yang terus menyala. Sedang relief pada kaki Tugu Muda menggambarkan heroiknya perjuangan warga Semarang dalam perang melawan tentara penjajah. Di sekeliling tugu terdapat kolam yang terdapat air mancur. Sedang taman dan lampu warna warni menghias seputar taman dengan tanaman hijau.
Presiden Soekarno Meresmikan Tugu Muda pada tanggal 20 Mei 1953
Pembangunan Tugu Muda ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Tengah R. Boediono pada tanggal 10 Nopember 1951, disaksikan oleh KRT MR. Wongsonegoro yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Namun baru pada bulan Mei 1952, Walikota Semarang Hadi Soebeno Sosrowerdojo membentuk Panitia Tugu Muda dan menunjuk Salim untuk mendesain monument itu. Relief pada kaki tugu dikerjakan oleh para seniman di Sanggar Pelukis Rakyat yang dikomandoi oleh Hendra Gunawan. Lokasi Tugu Muda berada di tengah Wilhelmina Plein atau lapangan Wilhelmina di depan Gedung Lawang Sewu.
Tugu ini memang dibuat untuk menunjukkan kobaran semangat rakyat Semarang yang gigih melawan tentara Jepang pada “Pertempuran Lima Hari di Semarang” yang meletus pada tanggal 14 – 19 Oktober 1945. Maka Tugu Muda didesain berbentuk lilin dengan penampang segilima yang berarti Pancasila, dengan bentuk api diatasnya. Lilin merupakan lambing api perjuangan yang terus menyala. Sedang relief pada kaki Tugu Muda menggambarkan heroiknya perjuangan warga Semarang dalam perang melawan tentara penjajah. Di sekeliling tugu terdapat kolam yang terdapat air mancur. Sedang taman dan lampu warna warni menghias seputar taman dengan tanaman hijau.
Istana Mayor Be Biauw Tjoan di Kebon Dalem Semarang (1845) Be Biauw Tjoan (1826 – 1904) sangat terkenal di Semarang sebagai salah satu orang terkaya selain Oey Tiong Ham. Ia diangkat sebagai Mayor oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1853. Be Biauw Tjoan dikenal sebagai raja candu Jawa Tengah. Ia banyak menyumbang korban perang di Hokkian, dan tahun 1888 menyumbang beras sebanyak 1 kapal ke Austria-Hongaria yang sedang mengalami bencana kelaparan. Tahun 1889 Kaisar Frans Josef ….dari… menghadiahkan bintang Ritterkreuz Allerhochts Ihres kepadanya. Raja Siam pernah datang ke Semarang dan mengunjungi Kebon Dalem pada bulan Maret 1895. Ia meninggal pada tanggal 28 Juni 1904 di Kota Semarang.
Istana Mayor Be Biauw Tjoan di Kebon Dalem Semarang (1845)
Be Biauw Tjoan (1826 – 1904) sangat terkenal di Semarang sebagai salah satu orang terkaya selain Oey Tiong Ham. Ia diangkat sebagai Mayor oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1853. Be Biauw Tjoan dikenal sebagai raja candu Jawa Tengah. Ia banyak menyumbang korban perang di Hokkian, dan tahun 1888 menyumbang beras sebanyak 1 kapal ke Austria-Hongaria yang sedang mengalami bencana kelaparan. Tahun 1889 Kaisar Frans Josef ….dari… menghadiahkan bintang Ritterkreuz Allerhochts Ihres kepadanya. Raja Siam pernah datang ke Semarang dan mengunjungi Kebon Dalem pada bulan Maret 1895. Ia meninggal pada tanggal 28 Juni 1904 di Kota Semarang.
Iklan